#8

 “Boleh lanjutkan perjuanganku, bebaskan perempuan-perempuan Indonesia dari penindasan, kata RA Kartini. Merdekakan kaumku agar mendapat perlakuan setara dengan kaum lelaki. Tetapi tidak perlu menjadi lelaki. Hakekat perempuan tetap perempuan, lelaki tetap lelaki, karena itu laki perempuan akan bertemu untuk saling melengkapi. Kalau kamu menjadikan perempuan lelaki dan lelaki itu perempuan, kamu sudah menodai perjuanganku!” Anak muda itu mengangguk

“Saya mengerti maksud Pak Amat.”

“Kalau begitu jangan kasih nama anakmu Kartini!”

“Tidak bisa Pak, sudah dicatatkan dalam akte kelahirannya.”

“Tapi kamu tidak boleh mengubah anak lelaki menjadi perempuan!” “Anak saya perempuan Pak, bukan lelaki seperti yang diramalkan oleh Dokter.”

#6

Amat terperanjat. “Jadi dia serius akan memberi nama putranya Kartini?”

“Iya iyalah!” Amat tak jadi makan. Ia merasa bersalah. Ia menunggu di depan rumah sampai larut malam. Ketika anak muda itu pulang dari klinik, ia langsung menyapa.

“Gus, Kartini tadi datang menemui Bapak.” Anak muda itu terkejut. “Siapa Pak?”

“Raden Ajeng Kartini.”

Anak muda itu tersenyum. Amat langsung mencecer.

#4

Anak muda itu tertawa. “Nama Kartini itu bagus, Pak!”

“Jangan!” Anak muda itu tertawa lagi lalu pergi..

“Aku kira dia tersingung dan menyindir. Masak aku kasih nama anak lakinya dengan nama perempuan,” curhat Amat malam hari di meja makan. “Makanya kalau ngomong jangan sembarangan,”kata Bu Amat, “anak itu sudah kaulan, apa pun nama yang diberikan oleh orang pada anaknya akan dia pakai. sebab sudah 11 tahun menikah belum punya anak.”

#2

Amat terkejut. “Lho, jadi anaknya laki-laki?”

“Sejak 5 bulan lalu dokter sudah bilang lelaki. Kok kasih nama Kartini?” Amat bengong.

Ia cepat memakai sandal dan bergegas ke rumah tetangga itu. Anak muda itu sudah hampir hendak berangkat ke klinik bersalin membawa perlengkapan untuk istri dan anaknya.

“Terimakasih Pak Amat.” Amat jadi salah tingkah.

 Dengan malu dia mengulurkan tangan minta maaf. “Maaf, Bapak tidak tahu. Aku memberikan nama sembarangan. Jangan pakai nama itu!”

“Tidak apa Pak Amat. What is a name. Saya berterimakasih sekali Pak Amat tidak marah digedor subuh begitu. Namanya bagus.” Amat bingung.

“Lho jangan ngasih nama anakmu Kartini!”

“Tapi Raden Ajeng Kartini kan pahlawan Pak Amat. Saya harap nanti anak saya akan berguna kepada bangsa seperti Kartini.”

“Jangan! Kenapa mesti kasih nama Kartini!” “Itu kan pemberian dari Pak Amat?” “Jabis aku kan tidak tahu,. asal nyeplos saja!.

#1

“Memang. Tapi tidak semua orang yang namanya Kartini bisa seperti RA Kartini!” “Makanya yang namanya usaha itu penting, jangan hanya bergantung dari nama tok. Itu namanya klenik. Nama sakti juga kalau pendidikannya tidak becus jadi sampah. Lihat itu anak tetangga kita namanya Gajah Mada, mau bapaknya supaya jadi orang besar, eh nyatanya Cuma kusir dokar.” “Mendingan Gajah Mada. Jelas. Kok Kartini!” “Lho tidak bisa dibandingkan begitu, Bu. Sebesar-besar Gajah Mada, orang Sunda benci sama dia. Sementara Kartini, walau pun hanya bangsawan Jawa, tapi perjuangannya sangat berarti untuk membebaskan kaum perempuan di seluruh Indonesia yang sampai sekarang nasibnya masih di bawah telapak kaki lelaki!” “Betul! Tapi kalau anak laki diberi nama Kartini, itu namanya sudah sinting!

#7

Bu ternyata sudah tidur pulas kembali. Amat kecewa berat. Tapu besoknya Bu Amat malah marah-marah.

“Bapak keterlaluan!”

 “Lho, bukannya Ibu yang keterlaluan! Baru ditinggal sebentar sudah ngorok lagi!”

“Masak ngasih nama anak orang Kartini.”

“Lho, memang kenapa? Ibu Raden Ajeng Kartini kan orang besar. Tokoh sejarah. Nama itu bukan soal sepele. Memberi nama anak harus dengan cita-cita, akan jadi apa anak itu kelak. Ibu Kartini kan sudah berjasa membangkitkan kaum perempuan di Indonesia supaya percaya diri. Dia itu hebat, Bu!”

#5

Bapak muda itu terpesona. Amat langusng cepat mengguncang tangannya.

“Tak usah nama yang muluk-mulul, apa artinya nama, biar anak itu sendiri uang mengubah namanya,. Siapa pun kamu sebut dia, kalau dia dididik dengan baik, dia akan jadi sejarah yang berguna bagi otang banyak. Selamat!” Anak muda itu masih bengong, tapi Amat tidak memberinya kesempatan bertanya lagi, langusng menutupkan pintu lagi.

“Lagi asyik-asyiknya, ada saja yang ganggu. Masak subuh-subuh begini nanya minta nama segala, “kata Amat sembari masuk kamar menghampiri Bu Amat. “Kalau belum siap punya anak, kenapa bikin anak. Masak nama saja bingung, Nanti kalau beli susu, periksa dokter, pasti lebih bingung lagi. Sudah sampai di mana kita tadi, Bu?”

#3

Subuh hari pintu rumah Amat digedor. Seorang tetangga muda muncul di depan pintu dengan muka berbinar-binar.

 “Pak Amat, anak saya sudah lahir, selamat dan sehat.” Darah Amat yang tadinya sudah naik langsung surut.

“Bagus! Selamat! Anak pertama kan?! “Betul Pak Amat. Tolong!”

“Tolong?” “Kasih nama. Saya belum punya nama.” Amat cepat berpikir. Hari Kartini baru saja lewat. Ia langsung menggapai. “Beri nama Kartini!”

Menyelami Dunia Ilmu dan Pengetahuan: Kunjungan Inspiratif Siswa SMPN 3 Temanggung ke Dinas Perpustakaan dan Kearsipan

Tanggal 19 September 2023, adalah hari yang tak terlupakan bagi siswa-siswi kelas 8 SMPN 3 Temanggung, serta para pendamping mereka, yang berkesempatan untuk menjelajahi dunia ilmu dan pengetahuan melalui kunjungan ke Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kabupaten Temanggung.

Dimulai pukul 08.00 WIB, para siswa-siswi disambut oleh Kepala Perpustakaan SMPN 3 Temanggung, dan kemudian oleh Kepala Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kabupaten Temanggung. Tidak hanya itu, salah satu pustakawan yang berdedikasi di Dinas Perpustakaan tersebut memberikan sambutan, arahan, dan motivasi yang sangat menginspirasi para siswa tentang kekuatan pendidikan dalam mengubah dunia. Pesan yang disampaikan sangat jelas: ilmu adalah kunci untuk menjelajahi dunia.

Setelah sesi pengarahan yang penuh semangat ini, siswa-siswi diajak masuk ke perpustakaan Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kabupaten Temanggung. Mereka diberi pengertian untuk menjaga ketenangan di perpustakaan dan tetap tertib. Namun, kunjungan ini bukan hanya sebatas menjelajahi rak-rak penuh dengan buku. Siswa-siswi juga mendapatkan tugas dari Kepala Dinas dan pustakawan. Mereka diminta untuk mencatat informasi penting dari buku yang mereka baca, termasuk judul, tema, pengarang, dan isi dari buku tersebut. Aktivitas ini membantu siswa-siswi untuk merasakan manfaat menggali pengetahuan melalui literasi.

Namun, kunjungan ini tak berhenti di perpustakaan. Siswa-siswi juga diajak untuk mengunjungi bazar buku yang digelar di depan Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kabupaten Temanggung. Bazar ini adalah magnet bagi para siswa dan pendamping mereka. Berbagai koleksi buku tersedia, mulai dari novel-novel menarik, buku filsafat yang memancing pemikiran, hingga buku cerita dongeng yang selalu menyenangkan. Semua ini adalah upaya untuk mendorong minat membaca di kalangan siswa dan mengembangkan cinta akan pengetahuan.

Kunjungan ini bukan sekadar tur biasa. Ini adalah perjalanan yang membuka mata siswa-siswi terhadap dunia ilmu pengetahuan dan membangkitkan semangat untuk terus belajar. Melalui kunjungan ini, para siswa belajar bahwa buku adalah jendela pengetahuan, dan setiap halaman yang dibaca adalah langkah menuju masa depan yang lebih cerah.

Inilah sebuah kisah inspiratif yang mengingatkan kita semua akan pentingnya literasi dan pengetahuan dalam mengubah dunia.

Sumber Tulisan: https://www.smpn3tmg.sch.id/2023/10/kunjungan-siswa-smpn-3-temanggung-di.html?fbclid=IwAR1xvmhBV4ql4pRuys3Fkd_6obaz2YoyHE6P-Y0olHn8ZwVuxhZgMDHIB88

Pembagian Strukturnya

Judul (Head): Menyelami Dunia Ilmu dan Pengetahuan: Kunjungan Inspiratif Siswa SMPN 3 Temanggung ke Dinas Perpustakaan dan Kearsipan

Pembukaan (Lead): Tanggal 19 September 2023, adalah hari yang tak terlupakan bagi siswa-siswi kelas 8 SMPN 3 Temanggung, serta para pendamping mereka, yang berkesempatan untuk menjelajahi dunia ilmu dan pengetahuan melalui kunjungan ke Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kabupaten Temanggung.

Isi Tulisan (Body):

  • Menggambarkan pengarahan dan motivasi yang diberikan oleh Kepala Perpustakaan SMPN 3 Temanggung dan Kepala Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kabupaten Temanggung.
  • Menyoroti pesan tentang kekuatan pendidikan dalam mengubah dunia dan betapa ilmu adalah kunci.
  • Menjelaskan tugas siswa-siswi selama kunjungan, yaitu mencatat informasi dari buku yang mereka baca.
  • Mengungkapkan bazar buku yang menarik perhatian siswa-siswi dan pendamping mereka.
  • Menyampaikan tujuan kunjungan dan dampak positifnya dalam mengembangkan minat membaca di kalangan siswa.

Penghubung (Bridge): Kunjungan ini bukan sekadar tur biasa. Ini adalah perjalanan yang membuka mata siswa-siswi terhadap dunia ilmu pengetahuan dan membangkitkan semangat untuk terus belajar. Melalui kunjungan ini, para siswa belajar bahwa buku adalah jendela pengetahuan, dan setiap halaman yang dibaca adalah langkah menuju masa depan yang lebih cerah.

Penutup (Ending): Inilah sebuah kisah inspiratif yang mengingatkan kita semua akan pentingnya literasi dan pengetahuan dalam mengubah dunia.

Who (Siapa): Siswa-siswi kelas 8 SMPN 3 Temanggung, Kepala Perpustakaan SMPN 3 Temanggung, Kepala Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kabupaten Temanggung, pustakawan Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kabupaten Temanggung.

What (Apa): Kunjungan ke Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kabupaten Temanggung, serta kunjungan ke bazar buku.

When (Kapan): Tanggal 19 September 2023.

Where (Di mana): Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kabupaten Temanggung.

Why (Mengapa): Kunjungan ini diselenggarakan untuk memperkuat P5 (Pengembangan Perpustakaan dan Pemasyarakatan Literasi) serta meningkatkan literasi siswa.

How (Bagaimana): Siswa-siswi mendengarkan pengarahan dan motivasi dari para kepala perpustakaan, memasuki perpustakaan dengan instruksi untuk tetap tertib, menjaga ketenangan, dan mencatat informasi dari buku yang mereka baca, serta mengunjungi bazar buku di depan Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kabupaten Temanggung.

Tulisan Feature: Menggali Kisah di Balik Mading dan Majalah Sekolah

Ketika kita membuka halaman majalah sekolah atau melihat mading yang berwarna-warni di sekitar koridor sekolah, apa yang muncul dalam pikiran kita? Biasanya, kita akan menemukan lebih dari sekadar informasi dan gambar. Di balik setiap tulisan dan gambar, terdapat cerita-cerita menarik yang menghidupkan mading dan majalah sekolah.

Apa Itu Tulisan Feature?

Tulisan feature adalah jenis tulisan yang tidak hanya menyajikan informasi, tetapi juga menggali lebih dalam ke dalam sebuah topik atau cerita. Tulisan-tulisan ini dirancang untuk menghibur, menginspirasi, dan menggerakkan pembaca. Dalam konteks mading dan majalah sekolah, tulisan feature membawa cerita-cerita yang menceritakan pengalaman, pencapaian, dan inspirasi di lingkungan sekolah.

Tulisan Feature di Mading

Seringkali, mading di sekolah berisi berita-berita ringan, pengumuman, atau foto-foto dari acara-acara sekolah. Namun, mading juga merupakan tempat yang ideal untuk menampilkan tulisan feature. Berikut beberapa contohnya:

  1. Kisah Siswa Teladan: Di mading, kita dapat menemukan kisah-kisah tentang siswa-siswa yang menginspirasi. Mereka mungkin telah mencapai prestasi luar biasa, mengatasi rintangan, atau berkontribusi secara positif dalam komunitas sekolah. Tulisan feature memberikan kesempatan untuk mendalami cerita-cerita ini dan memberikan penghargaan kepada para pahlawan sekolah.
  2. Profil Guru yang Menginspirasi: Guru adalah pilar penting dalam pendidikan kita. Mading bisa menampilkan profil guru-guru yang memiliki dampak besar pada siswa-siswa mereka. Melalui tulisan feature, kita dapat memahami metode pengajaran yang unik, filosofi mereka dalam mendidik, dan kisah inspiratif dari guru-guru tersebut.
  3. Karya Seni dan Proyek Sekolah: Mading seringkali menampilkan karya seni siswa atau proyek-proyek kreatif. Tulisan feature bisa membawa kita lebih dekat ke proses kreatif di balik lukisan-lukisan, puisi, atau proyek-proyek yang dihasilkan oleh siswa. Ini bisa memberikan wawasan tentang inspirasi dan proses pembuatan karya seni tersebut.

Tulisan Feature di Majalah Sekolah

Majalah sekolah adalah tempat yang sangat cocok untuk menampilkan tulisan feature. Selain berita-berita sekolah, majalah sekolah sering menghadirkan beragam cerita inspiratif dan hiburan yang mendalam. Berikut adalah beberapa contohnya:

  1. Cerita Siswa: Mewawancarai Teman Kita: Majalah sekolah seringkali memiliki rubrik yang mewawancarai siswa-siswa tentang pengalaman mereka di sekolah. Tulisan feature dalam rubrik ini membantu kita memahami lebih dalam tentang kehidupan dan pencapaian siswa-siswa.
  2. Kisah Perjalanan Inspiratif: Majalah sekolah sering memuat kisah-kisah inspiratif tentang siswa atau alumni yang telah mencapai prestasi luar biasa. Tulisan feature dapat menggali lebih dalam ke dalam perjalanan mereka, tantangan yang mereka hadapi, dan pesan-pesan inspiratif yang bisa diambil dari kisah mereka.
  3. Profil Guru dan Karyawan: Seperti di mading, majalah sekolah juga bisa menghadirkan profil guru-guru dan staf sekolah yang berdedikasi. Tulisan feature memberikan kesempatan untuk mengenal lebih dekat tentang mereka, metode pengajaran mereka, dan peran mereka dalam keberhasilan sekolah.
  4. Rubrik Kreatif: Majalah sekolah sering memiliki rubrik kreatif yang mencakup puisi, cerita pendek, atau ilustrasi. Tulisan feature dalam rubrik ini dapat mendalami proses kreatif di balik karya-karya tersebut.

Tulisan feature dalam mading dan majalah sekolah memberikan dimensi baru pada publikasi sekolah. Mereka menghadirkan kisah-kisah yang menginspirasi, merangsang pemikiran, dan memperkuat ikatan di antara siswa dan komunitas sekolah. Oleh karena itu, ketika kita melihat mading berwarna-warni atau membuka halaman majalah sekolah, kita dapat merasa terinspirasi oleh cerita-cerita di baliknya.

Penulisan berita berjenis “hard” atau “soft,” yang lebih umum ditemui dalam pemberitaan harian. Namun, seringkali kita lupa untuk memberikan perhatian yang cukup pada salah satu bentuk penulisan yang tak kalah penting, yaitu “feature.” Dalam tulisan ini, kita akan menjelajahi perbedaan dan keunikan penulisan feature serta mengapa ini penting.

Jika berita hard news dan soft news umumnya berfokus pada penyampaian fakta secara langsung, feature memiliki pendekatan yang berbeda. Tulisan feature memadukan unsur berita dengan opini dan storytelling. Meskipun ini seringkali dianggap meminimalkan relevansi berita, sebenarnya feature tidak mengorbankan akurasi dan fakta dalam isi berita.

Penting untuk memahami prinsip-prinsip dasar penulisan feature. Pertama, “faktual” adalah kunci. Berita feature harus tetap berlandaskan pada fakta, dan fiksi tidak memiliki tempat dalam penulisan ini. Kedua, “keterlibatan emosional” adalah hal yang ditekankan dalam feature. Bagaimana seorang wartawan menyajikan aspek-aspek yang menyentuh pembaca (human interest) sering kali jarang ditemui dalam berita biasa.

“Pembicaraan” (storytelling) adalah salah satu hal mendasar dalam teknik penulisan feature. Oleh karena itu, sering kali disebut sebagai jurnalisme naratif. Struktur piramida terbalik, yang biasanya digunakan dalam berita, bisa dilewati dalam penulisan feature yang lebih bebas.

Akurasi adalah hal penting dalam penulisan feature, mengingat bahwa tulisan ini juga dibaca oleh masyarakat luas. Kesalahan dalam akurasi bisa menyesatkan pembaca dan mengurangi kredibilitas wartawan. Oleh karena itu, penulis harus tetap berpegang pada kebenaran fakta.

Struktur penulisan feature biasanya terdiri dari lima bagian: judul (head), pembukaan (lead), isi tulisan (body), penghubung (bridge), dan penutup (ending). Struktur ini membantu membawa pembaca melalui cerita dengan lancar dan memikat.

berikut penjelasan yang lebih rinci mengenai struktur penulisan feature:

  1. Judul (Head): Judul adalah judul utama artikel yang memberi gambaran kepada pembaca tentang apa yang akan mereka baca. Ini perlu mencerminkan inti cerita dan menarik perhatian pembaca. Sebuah judul yang baik akan memancing minat pembaca untuk terus membaca artikel. Sebagai contoh, “Kisah Sukses Ani: Dari Petani Kecil Menjadi Pebisnis Sukses.”
  2. Pembukaan (Lead): Pembukaan adalah bagian awal artikel feature yang sangat penting. Ini harus menarik perhatian pembaca dan memberikan gambaran tentang apa yang akan mereka baca. Anda dapat menggunakan anekdot menarik, pertanyaan yang memicu pemikiran, kutipan yang relevan, atau deskripsi yang kuat. Sebagai contoh, “Pada pagi yang cerah, di tengah ladang-ladang hijau yang tak berujung, Ani, seorang gadis petani kecil dari desa kecil, memulai perjalanan tak terduga menuju keberhasilan besar.”
  3. Isi Tulisan (Body): Ini adalah bagian terbesar dari artikel yang berisi semua informasi, cerita, dan detail yang mendalam. Ini adalah tempat di mana Anda menjelaskan cerita, memberikan konteks, dan berbagi informasi yang relevan. Di dalamnya, Anda dapat memasukkan wawancara, latar belakang, dan segala sesuatu yang mendukung cerita Anda. Menggunakan contoh di atas, di bagian isi tulisan, Anda akan menceritakan perjalanan hidup Ani, rintangan yang dia hadapi, dan langkah-langkah yang dia ambil untuk mencapai keberhasilannya.
  4. Penghubung (Bridge): Bagian penghubung menghubungkan pembukaan dengan isi tulisan. Ini membantu menjaga alur cerita tetap mulus. Di sinilah pembaca melanjutkan dari apa yang telah mereka baca dalam pembukaan ke dalam inti cerita. Contoh, “Meskipun Ani memiliki semangat yang besar, perjalanan menuju keberhasilannya tidak mudah. Tantangan demi tantangan muncul di sepanjang jalan.”
  5. Penutup (Ending): Penutup adalah bagian akhir artikel yang memberikan kesimpulan atau pesan akhir. Ini adalah tempat di mana Anda menyelesaikan cerita dan meninggalkan kesan terakhir pada pembaca. Anda bisa merangkum cerita, memberikan pesan inspiratif, atau bahkan mengajukan pertanyaan untuk memicu pemikiran. Sebagai contoh, “Kisah Ani adalah pengingat bahwa dengan tekad dan kerja keras, kita semua memiliki potensi untuk mengubah hidup kita.”

Judul: “Kisah Sukses Ani: Dari Petani Kecil Menjadi Pebisnis Sukses”

Pembukaan (Lead): Pada pagi yang cerah, di tengah ladang-ladang hijau yang tak berujung, Ani, seorang gadis petani kecil dari desa kecil, memulai perjalanan tak terduga menuju keberhasilan besar. Namun, perjalanan menuju kesuksesan ini tidaklah mudah.

Isi Tulisan (Body): Ani dibesarkan dalam keluarga petani yang sederhana. Sejak kecil, dia belajar cara bekerja keras di ladang keluarganya. Namun, dia selalu memiliki impian lebih besar. Ketika kesempatan untuk belajar datang, Ani tidak melepaskannya. Dia bekerja keras di sekolah dan memperoleh beasiswa untuk kuliah.

Setelah lulus, Ani kembali ke desanya dengan tekad untuk membantu komunitasnya. Dia mendirikan program pelatihan pertanian dan membantu petani-petani lokal meningkatkan hasil panen mereka. Keputusannya untuk tetap berada di desa adalah langkah pertama menuju kesuksesan.

Tantangan demi tantangan muncul di sepanjang jalan. Perekonomian lokal yang lemah, cuaca ekstrim, dan tantangan dalam mengubah pola pikir petani menjadi penghalang. Namun, Ani tidak pernah menyerah. Dengan dukungan komunitasnya, dia terus maju.

Penghubung (Bridge): Waktu berlalu, dan Ani membangun jaringan petani yang kuat. Dia memperkenalkan praktik-praktik pertanian yang lebih berkelanjutan dan efisien. Hasilnya mulai terlihat, dan pendapatan para petani meningkat.

Penutup (Ending): Hari ini, Ani adalah seorang pebisnis sukses yang memiliki perkebunan organik yang berkembang pesat. Dia telah memberdayakan banyak petani dalam komunitasnya untuk mencapai kesuksesan yang sama. Kisah Ani adalah pengingat bahwa dengan tekad dan kerja keras, kita semua memiliki potensi untuk mengubah hidup kita. Keberhasilannya adalah inspirasi bagi banyak orang dan contoh nyata bahwa mimpi besar dapat terwujud, bahkan dari latar belakang yang sederhana.