#2

Amat terkejut. “Lho, jadi anaknya laki-laki?”

“Sejak 5 bulan lalu dokter sudah bilang lelaki. Kok kasih nama Kartini?” Amat bengong.

Ia cepat memakai sandal dan bergegas ke rumah tetangga itu. Anak muda itu sudah hampir hendak berangkat ke klinik bersalin membawa perlengkapan untuk istri dan anaknya.

“Terimakasih Pak Amat.” Amat jadi salah tingkah.

 Dengan malu dia mengulurkan tangan minta maaf. “Maaf, Bapak tidak tahu. Aku memberikan nama sembarangan. Jangan pakai nama itu!”

“Tidak apa Pak Amat. What is a name. Saya berterimakasih sekali Pak Amat tidak marah digedor subuh begitu. Namanya bagus.” Amat bingung.

“Lho jangan ngasih nama anakmu Kartini!”

“Tapi Raden Ajeng Kartini kan pahlawan Pak Amat. Saya harap nanti anak saya akan berguna kepada bangsa seperti Kartini.”

“Jangan! Kenapa mesti kasih nama Kartini!” “Itu kan pemberian dari Pak Amat?” “Jabis aku kan tidak tahu,. asal nyeplos saja!.

Tinggalkan komentar