#6

Amat terperanjat. “Jadi dia serius akan memberi nama putranya Kartini?”

“Iya iyalah!” Amat tak jadi makan. Ia merasa bersalah. Ia menunggu di depan rumah sampai larut malam. Ketika anak muda itu pulang dari klinik, ia langsung menyapa.

“Gus, Kartini tadi datang menemui Bapak.” Anak muda itu terkejut. “Siapa Pak?”

“Raden Ajeng Kartini.”

Anak muda itu tersenyum. Amat langsung mencecer.

Tinggalkan komentar