#8

 “Boleh lanjutkan perjuanganku, bebaskan perempuan-perempuan Indonesia dari penindasan, kata RA Kartini. Merdekakan kaumku agar mendapat perlakuan setara dengan kaum lelaki. Tetapi tidak perlu menjadi lelaki. Hakekat perempuan tetap perempuan, lelaki tetap lelaki, karena itu laki perempuan akan bertemu untuk saling melengkapi. Kalau kamu menjadikan perempuan lelaki dan lelaki itu perempuan, kamu sudah menodai perjuanganku!” Anak muda itu mengangguk

“Saya mengerti maksud Pak Amat.”

“Kalau begitu jangan kasih nama anakmu Kartini!”

“Tidak bisa Pak, sudah dicatatkan dalam akte kelahirannya.”

“Tapi kamu tidak boleh mengubah anak lelaki menjadi perempuan!” “Anak saya perempuan Pak, bukan lelaki seperti yang diramalkan oleh Dokter.”

Tinggalkan komentar