#3

Subuh hari pintu rumah Amat digedor. Seorang tetangga muda muncul di depan pintu dengan muka berbinar-binar.

 “Pak Amat, anak saya sudah lahir, selamat dan sehat.” Darah Amat yang tadinya sudah naik langsung surut.

“Bagus! Selamat! Anak pertama kan?! “Betul Pak Amat. Tolong!”

“Tolong?” “Kasih nama. Saya belum punya nama.” Amat cepat berpikir. Hari Kartini baru saja lewat. Ia langsung menggapai. “Beri nama Kartini!”

Tinggalkan komentar