#7

Bu ternyata sudah tidur pulas kembali. Amat kecewa berat. Tapu besoknya Bu Amat malah marah-marah.

“Bapak keterlaluan!”

 “Lho, bukannya Ibu yang keterlaluan! Baru ditinggal sebentar sudah ngorok lagi!”

“Masak ngasih nama anak orang Kartini.”

“Lho, memang kenapa? Ibu Raden Ajeng Kartini kan orang besar. Tokoh sejarah. Nama itu bukan soal sepele. Memberi nama anak harus dengan cita-cita, akan jadi apa anak itu kelak. Ibu Kartini kan sudah berjasa membangkitkan kaum perempuan di Indonesia supaya percaya diri. Dia itu hebat, Bu!”

Tinggalkan komentar