Mengenang Sapardi Djoko Damono

Sebagian kita mesti tak asing lagi dengan sosok penyair Sapardi Djoko Damono. Penyair besar yang karya-karyanya banyak dikenal dan monumental itu. SDD (panggilan akrab Sapardi Djoko Damono) dikenal sebagai seorang penyair yang mampu meracik kata dengan apik. Betapa tidak dari tangannya telah lahir ratusan sajak khas yang kikenal masyarakat. Sajak-sajak dengan diksi sederhana namun memunculkan imajinasi serta makna yang yang dalam, luas, dan tak lekang waktu.

Selain sebagai penyair Sapardi juga dikenal sebagai seorang akademisi. Sebagai seorang guru besar di salah satu universitas ternama di negeri ini. Pria kelahiran Surakarta, 20 Maret 1940 ini adalah lulusan Sastra Inggris UGM dan sempat menjabat sebagai Dekan Fakultas Sastra UI tahun 1999-2004.

Berkat kepakarannya di dunia sastra akademis dan kiprahnya sebagai seorang penyair wajar jika banyak penghargaan yang diterimanya. Salah satunya pada 2018 lalu, Sapardi mendapat penghargaan Anugerah Buku ASEAN (ASEAN Book Award) untuk bukunya yang berjudul Hujan Bulan Juni dan Yang Fana Adalah Waktu.

Sapardi selama hidupnya dikenal sebagai penulis yang produktif. Sejumlah buku yang laris di pasaran seperti “Hujan Bulan Juni”, “Yang Fana adalah Waktu”, “Ayat-ayat api”, dan masih banyak lagi. Bahkan puisinya berjudul Hujan Bulan Juni telah di transformasi kedalam bentuk novel dan film.

Beberapa hari lalu, tepatnya minggu 19 Juli 2020 pukul 09.17 WIB di Rumah Sakit Eka Hospital BSD, Tangerang Selatan sang maestro menutup mata untuk yang terakhir kalinya di usia ke 80 tahun. Hal ini tentunya menyebabkan pecinta sastra dan syair-syair Eyang Sapardi merasa kehilangan.

Jauh sebelum itu, Eyang Sapardi pernah menuliskan sebuah karya tentang kematiannya. Sebuah karya yang berisi mengenai kepergiaannya. Sebagai seorang penyair, ia meyakini keabadiannya dalam karya-karyanya meskipun jasadnya sudah tidak ada. Pesan tersebut tertulis dalam puisinya yang berjudul “Pada Suatu Hari Nanti”.

Kepergian sang maestro menimbulkan duka tersendiri bagi dunia Sastra Indonesia. Meskipun demikian beliau tidak meninggalkan kita karena karyanya yang Abadi membersamai kita.

Selamat jalan Mahaguru, semoga memdapat tempat terbaik di sisi sang pencipta.

5 Piranti Membuat Video Pembelajaran Online

Paradigma pendidikan di masa pandemi mengalami perubahan yang sangat signifikan. salah satu paradigma nya yaitu berubahnya sistem pendidikan dengan model tatap muka langsung menjadi pembelajaran jarak jauh. hal ini pastinya menimbulkan pro kontra di masyarakat.

Perubahan ini mau tidak mau mesti direspon dengan baik. Sebagai seorang pendidik diharapkan mampu beradaptasi dengan kebijakan baru. segera menerapkan dan memformulasikan cara paling efektif agar pembelajaran berlangsung dengan baik dan menyenangkan. salah satu itu cara yang dilakukan Yakni dengan membuat video pembelajaran.

video pembelajaran yang dibuat pun harus dibuat dengan sebaik dan menarik mungkin. ada beberapa peralatan atau alat yang mesti disiapkan agar video yang kita buat memiliki kualitas yang tidak mengecewakan.

Pada tulisan kali ini saya akan sampai kan setidaknya lima peralatan yang mesti disiapkan. perlengkapan yang digunakan bukan merupakan perlengkapan yang mahal dan harus membeli. justru kita akan menggunakan perlengkapan sederhana yang sering kita gunakan dalam kehidupan sehari-hari. peralatan-peralatan tersebut sebagai berikut.

1. alat perekam audio visual

Ada banyak jenis perlengkapan yang bisa kita manfaatkan untuk merekam audio visual. Jika memungkinkan menggunakan kamera profesional kita dapat menggunakannya demi mendapatkan kualitas terbaik. apabila tidak tersedia kita dapat memanfaatkan handphone atau kamera digital Pocket yang ada.

2. Alat Penyangga

alat penyangga ini dimaksudkan agar waktu pengambilan gambar dilakukan hasilnya stabil dan tidak goyang. Alat yang bisa digunakan misalnya adalah tripod, monopod, gorilapod, lazypod. Namun jika anda tidak memilikinya semua peralatan tersebut anda bisa menggunakan buku tebal, kursi, dan meja untuk menyangga alat perekam.

3. Lighting

Pengaturan tata cahaya sangat menentukan kualitas sebuah video. Penggunaan lighting ini menjadi hal yang wajib apabila pengambilan video dilakukan di dalam ruangan. Tanpa menggunakan pengaturan tata cahaya dikhawatirkan video yang dihasilkan cenderung buram.

Ada beberapa alat yang dapat kita gunakan dalam perekaman video jika tidak memungkinkan menggunakan lampu studio profesional. Anda dapat memanfaatkan lampu (lighting/flash) di perangkat yang digunakan. Jika masih redup mungkin anda bisa menggunakan lampu belajar atau lampu ruang.

4. Software Editing

ini diperlukan untuk hasil video yang lebih baik. Salah beberapa fungsinya adalah untuk memotong bagian video, menggabungkan video, menambahkan tulisan, dan pengaturan yang lain.

Ada beberapa piranti lunak yang dapat anda manfaatkan untuk melakukan pengeditan. baik pengeditan yang dilakukan melalui ponsel atau komputer. Jika anda menggunakan handphone Anda dapat mencoba Power Director, Filmora, dan Kinemaster. Untuk personal komputer anda dapat meggunakan Adobe Premiere, Corel Studio, Sony Vegas Pro, dan Unlead Studio.

Saya menggunakan Power Director untuk Ponsel, dan Corel Studio untuk editing Video.

5. Perlengkapan Audio

Perlengkapan ini tidak wajib dipakai namun untuk hasil audio yang prima anda disarankan menggunakan perlengkapan ini. Ada beberapa hal berhubungan dengan audio yang perlu anda perhitungkan; misalnya volume suara, kejelasan suara, dan kebisingan.

Untuk volume anda bisa gunakan microphon atau clip on sebagai penunjang, kejelasan suara dipengaruhi oleh jarak objek dan pengambil gambar, sadangkan untuk menghindari kebisingan anda bisa manfaatkan ruang kedap suara