Peringatan Hari anak nasional tahun ini (Kamis, 23 Juli 2020) masih diliputi dengan suasana yang berbeda dengan biasanya. Peringatan tahun ini dilaksanakan dalam kondisi dunia yang tidak kondusif akibat pandemi Covid-19. Kondisi yang tidak baik tentunya di mana anak-anak dinilai paling rentan akan penularan virus ini.
Kondisi ini mengharuskan anak-anak berada di rumah saja. Sekolah-sekolah ditutup, pembelajaran dilakukan dengan sistem jarak jauh. Taman bermain ditutup. Objek wisata ditutup.
Tentu membosankan ketika harus seharian beraktivitas tetap di rumah. Namun, ada hikmah di balik keadaan ini. Anak-anak (seharusnya) di rumah bersama orang tuanya. Beraktivitas seharian bersama orang tuanya. Jelas ini hal yang baik untuk kedekatan dan perkembangan anak. Hal yang berbeda dari biasanya.
Ketika kedekatan mereka terjalin dan orang tua memiliki waktu luang untuk (sementara) memperhatikan anaknya. Perhatian pada aspek lahir maupun batinnya.
Taufik Ismail dalam puisi “Nasehat-nasehat Kecil Orang Tua Pada Anak Berangkat Dewasa” Sebagai berikut:
NASEHAT-NASEHAT KECIL ORANG TUA PADA ANAKNYA BERANGKAT DEWASA
Jika adalah yang harus kaulakukan
Ialah menyampaikan kebenaran
Jika adalah yang tidak bisa dijual-belikan
Ialah yang bernama keyakinan
Jika adalah yang harus kau tumbangkan
Ialah segala pohon-pohon kezaliman
Jika adalah orang yang harus kauagungkan
Ialah hanya Rasul Tuhan
Jika adalah kesempatan memilih mati
Ialah syahid di jalan Ilahi
April, 1965
Meski puisi ini ditulis Pak Taufik pada tahun 1965 namun masih kontekstual sebagai bahan refleksi di hari anak nasional tahun ini. Nasehat moral hingga ketauhidan terkandung di dalamnya. Hingga saat ini isu moral dan tauhid masih menjadi hal yang menjadi pekerjaan rumah.
Pada puisi ini banyak sekali amanat yang berusaha di tuliskan penyair karena puisi ini mengangkat beberapa nasehat-nasehat orang tua kepada anaknya.
Pada baris pertama dan kedua terdapat:
Jika adalah yang harus kaulakukan
Ialah menyampaikan kebenaran
Pada kedua baris diatas terdapat amanat dari penyair yaitu kita atau disini adalah anak yang beranjak dewasa haruslah menyampaikan kebenaran. Kebenaran disini erat kaitannya dengan kejujuran jadi kita ini harus jujur dan tidak boleh berbohong.
Pada baris ketiga dan keempa terdapat:
Jika adalah yang tidak bisa dijual-belikan
Ialah yang bernama keyakinanPada kedua baris diatas terdapat pesan dari penyair yaitu keyakinan itu tidak bisa di perjual-belikan.
Pada baris kelima dan keenam terdapat:
Jika adalah yang harus kau tumbangkan
Ialah segala pohon-pohon kezaliman
Pada kedua baris di atas pesan yang ingin disampaikan penyair yaitu kita harus menumbangkan atau memusnahkan kezaliman atau ketidakadilan, kekejaman dan kebengisan.
Pada baris ketujuh dan kedelapan terdapat:
Jika adalah orang yang harus kauagungkan
Ialah hanya Rasul Tuhan
Pada kedua baris di atas, pesan atau amanat yang ingin disamapaikan penyair yaitu kita harus mengagungkan atau memuliakan Rasul tuhan atau utusan-utusan tuhan.
Pada baris kesembilan dan kesepuluh terdapat:
Jika adalah kesempatan memilih mati
Ialah syahid di jalan Ilahi
Di kedua baris terakhir pada puisi diatas ini, pesan yang ingin disampaikan penyair yaitu jika ada kesempatan untuk memillih kematian, maka hendaklah kita memilih syahid atau mati dijalan tuhan.